Nyasar ke kuburan...
Semalam badanku terasa pegal-pegal dan kaku mungkin
hal ini dikarenakan aku tidak pernah olahraga, maka dari itu aku berinisiatif
pagi ini untuk melakukan olahraga kecil-kecilan yang mudah dan murah meriah,
kebetulan rumahku berada di kawasan dekat perbukitan yang disekitarnya banyak
dijadikan lahan pertanian yang lumayan indah untuk dinikmati. Singkat cerita jam 5.30 pagi saya keluar
rumah sambil menjinjing satu kantong kresek putih yang isinya tentu saja sampah
bekas bebagai keperluan di dalam rumah yang tujuannya sekalian saya jalan-jalan
sambil buang sampah juga, setelah lebih kurang 150 meter berjalan dari arah
rumah maka kubuang kresek sampah yang kubawa dari tadi ke tempat penampungan
sampah lalu aku meneruskan perjalanan sambil menikmati indahnya alam dan
segarnya udara yang lumayan sekitar 80%an masih bersih. Setelah perjalanan beberapa kilometer aku
terdiam karena didepanku ada pertigaan jalan yang aku belum tahu kemana arah tujuannya,
aku punya pilihan ke kiri karena jalan yang ke kanan menanjak, lalu aku
meneruskan jalan kakiku dengan santai dan menikmatinya, tetapi setelah beberapa
puluh meter kulangkahkan kaki dari belokan tadi ada rasa yang berbeda mulai
terasa bulu kuduku maruringkak karena keueung tidak ada satu orangpun yang
berjalan searah denganku ataupun berpapasan dari arah yang berlawanan dan
kulihat lahan pertaniannya juga beda, kubertanya dalam hati "pertanian
apakah ini?", kira-kira 0,5 kilometer dari pertigaan tadi aku baru sadar
ini adalah kuburan umum karena kulihat ada yang parentul di kiri kananku
ternyata aku dikelilingi oleh batu nisan dengan berbagai macam ukuran, corak,
serta warna yang berbeda, yang tadinya
kurasakan udara dingin mendadak berubah menjadi panas kurasakan disekujur
tubuhku, tidak antaparah lagi saya langsung melakukan tindakan sikap sempurna
dan diikuti dengan balik kanan sambil tidak luak lieuk aku ngiciprit dengan
perasaan di pundakku naplok ada beban yang sangat berat serta kedua kakiku yang
juga seperti diikat karena sangat susah sekali untuk melangkahkannya apalagi
untuk jalan rusuh, dengan memaksakan diri kugusur kakiku bersama perasaan yang
kesal dan keuheul akhirnya sampailah di setengah perjalananku menuju rumah,
disitu aku istirahat sejenak sambil kulihat di bawah sana kelokan sungai yang
ngaleor seperti ular sawah yang lumayan sedikit mengobati rasa reuwasku dengan
memandangi indahnya kelokan sungai tersebut.
Setelah rengse dari kareuwas lalu aku meneruskan perjalan pulangku ke rumah,
he..he..he..., mung sakitu ah sanes waktos disambung deui. Haturnuhun......
Identitas Penulis :
Nama :
Ilham Rizal, SP.
Tempat, tgl lahir :
Garut, 16 September 1974
Alamat rumah :
Kp. Mangkalaya RT.03 RW. 04 Ds. Pangauban Kec. Cisurupan
Komentar
Posting Komentar