PUISIKU

 

TERUNTUK ANAK BANGSAKU

Oleh : Yuyu Listiana, SP., S.Pd.

 

Anakku….

Harumnnya negerimu membumbung tinggi ke seantero jagat raya

Membangunkan singa-singa lapar nan durjana

Cakarnya yang kuat t’lah merobek rasa keadilan

Taringnya yang tajam mencabik-cabik sendi kehidupan

Mereka hembuskan angin kesengsaraan

Mereka tebarkan kerikil-kerikil penderitaan

                Ratapan pilu selimuti bumi nusantara

                Teriakan duka memekak memecah angkasa

                Jerit dan tangispun memekik di seluruh penjuru negeri

                Cucuran keringat dan darah membanjiri bumi pertiwi

Anakku….

Cacian dan hinaan sering ku temukan

Injakan, pecutan dan pukulan tak terelakkan

Hingga negerimu hilang kehormatan

Di kaki singa-singa lapar tak berkeprikemanusiaan

                Pecutan di tubuhku dan pukulan hingga hancurkan tulang rahangku

                Tak mampu hancurkan jiwa juangku

                Injakan sepatu hingga patahkan tulang punggungku

                Tak pernah patahkan semangat juangku

                Anakku….

                Tebasan pedang hingga putuskan urat leherku

                Tak mampu putuskan Hasrat juangku

                Peluru panas bersarang menembus jantungku, hingga merenggut nyawaku

                Tak pernah padamkan api perjuanganku…sekali lagi tidak….

                Tak pernah ku menyerah….

                Tak pernah ku mengalah….

 

Anakku….

Tak usah kau merasakan kepedihan penderitaanku

Tak usah kau merasakan panasnya peluru bersarang menembus jantungku

Kini ku antarkan kau ke gerbang kebebasan

Ku hadiahkan kau kemerdekaan

Pergilah... dan terbanglah engkau, jangan berhenti di sana

Janganlah terlena dan lengah

                Anakku….

                Perjuanganku kini tanggungjawabmu

                Pengorbananku kini di pundakmu

                Keikhlasanku  dalam jiwa nuranimu

                Ku titipkan darah dan nyawaku padamu

 

(Puisi ini ditulis atas keprihatinan terhadap rendahnya semangat belajar anak didikku khususnya dan generasi muda pada umumnya.  Isi cerita puisi diambil dari cerita kakek, nenek dan ayah ibuku dulu yang mengalami beberapa zaman sekaligus (era kolonial, jepang, orla, orba dan orde reformasi).

 

 

 

Identitas Penulis :

 


Nama                           : Yuyu Listiana, SP., S.Pd.

Tempat, Tgl. Lahir      : Garut, 12 Maret 1982

Alamat Rumah            : Kp. Mangkalaya RT. 03 RW. 04 Ds. Pangauban

                                      Kec. Cisurupan Kab. Garut

Tempat Mengajar        : SDN 1 PANGAUBAN

                                      Kec. Cisurupan

Komentar

Populer

HUT ke 76 RI

Seuseurian

Aneh Tapi Asli